MAMUJU – Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju menjalani visitasi lapangan akreditasi Program Studi DIII Keperawatan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) pada 19–21 Oktober 2026. Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju dan dihadiri oleh Ketua Yayasan, Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, dosen, mahasiswa, serta undangan lainnya.
Visitasi lapangan ini dilaksanakan oleh tim asesor LAM-PTKes, yakni Dr. A. V. Sri Suhardiningsih, S.Kp., M.Kes. dan Ns. Syam’ani, S.Kep., M.Kep. Kehadiran tim asesor merupakan bagian dari proses penilaian dan verifikasi terhadap pemenuhan standar mutu serta kualitas penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi DIII Keperawatan.
Dalam arahannya, asesor LAM-PTKes, Dr. A. V. Sri Suhardiningsih, S.Kp., M.Kes., menyampaikan bahwa tim asesor hadir untuk melihat dan mendokumentasikan secara langsung berbagai kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan oleh program studi. Proses asesmen dilakukan dengan melihat kesesuaian antara dokumen yang disiapkan dan pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya di lingkungan institusi.
Ia juga menegaskan pentingnya objektivitas dan profesionalisme dalam setiap tahapan asesmen. Pelaksanaan visitasi harus berpedoman pada kode etik yang berlaku sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan profesional. Oleh karena itu, ia mengharapkan kerja sama seluruh pihak selama proses pemeriksaan dan verifikasi berlangsung agar setiap tahapan asesmen dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Rektor Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju, Dr. Safriadi Darmansyah Ar, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor LAM-PTKes di IKB St. Fatimah Mamuju. Ia berharap seluruh rangkaian visitasi akreditasi Program Studi DIII Keperawatan dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Rektor juga mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan pelaksanaan visitasi. Pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pihak terkait diharapkan dapat memberikan informasi secara terbuka, menyampaikan data secara akurat, dan menunjukkan bukti pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Visitasi ini menjadi kesempatan bagi institusi untuk memperoleh evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Rangkaian visitasi meliputi pemaparan profil Program Studi DIII Keperawatan, pemeriksaan dokumen pendukung, wawancara dengan pimpinan dan pengelola program studi, dosen, alumni, mahasiswa aktif DIII Keperawatan, serta stakeholder terkait. Tim asesor juga melakukan peninjauan sarana dan prasarana pendidikan serta pemeriksaan dokumen kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan institusi yang menjadi tempat praktik lapangan mahasiswa.
Wawancara dengan mahasiswa aktif menjadi bagian dari proses penggalian informasi mengenai pengalaman pembelajaran, pelaksanaan kegiatan akademik, serta dukungan institusi terhadap proses pendidikan. Sementara itu, wawancara dengan alumni dan stakeholder bertujuan memperoleh gambaran mengenai pengalaman lulusan, relevansi kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, serta keterkaitan program studi dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan.
Selain itu, tim asesor melakukan peninjauan dokumen kerja sama dengan institusi tempat praktik lapangan mahasiswa. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari verifikasi terhadap dukungan kemitraan dalam menunjang pembelajaran klinik dan praktik lapangan. Kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi terkait berperan penting dalam memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi keperawatan sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Peninjauan sarana dan prasarana pendidikan juga dilakukan untuk melihat secara langsung ketersediaan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran teori maupun praktik. Pemeriksaan dokumen, wawancara, dan peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi terhadap kesesuaian antara dokumen yang disampaikan, pelaksanaan kegiatan akademik, dukungan kemitraan, serta kondisi nyata di lingkungan Program Studi DIII Keperawatan.
Bagi Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju, visitasi ini merupakan bagian penting dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan. Keterlibatan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan stakeholder mencerminkan pentingnya kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
Melalui visitasi lapangan yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026, IKB St. Fatimah Mamuju berharap proses evaluasi ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan Program Studi DIII Keperawatan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, mengoptimalkan kerja sama praktik lapangan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan keperawatan.
Hasil akhir akreditasi selanjutnya mengikuti keputusan resmi LAM-PTKes berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.